contoh kalimat perang punic
- Commanders were often prorogued during the First Punic War (264–241 BC).
Akibatnya, keduanya berperang dalam sebuah peperangan yang disebut Perang Punic (264-241 SM). - After the third and final Punic War, Carthage was destroyed then occupied by Roman forces.
Setelah Perang Punic ketiga dan terakhir, Carthage dihancurkan dan kemudian diduduki oleh pasukan Romawi. - 115 BC) was the second daughter of Publius Cornelius Scipio Africanus, the hero of the Second Punic War, and Aemilia Paulla.
115 SM) adalah putri kedua dari pasangan Publius Cornelius Scipio Africanus, pahlawan Perang Punic Kedua, dan Aemilia Paulla. - The commentary further notes that Canaanites ceased to exist politically after the Third Punic War (149 BC), and their current descendants are thus unknown and scattered among all peoples.
Komentar ini lebih lanjut mencatat bahwa orang-orang Kanaan tidak ada lagi secara politik setelah Perang Punic Ketiga (149 BC – Sebelum Kristus), dan bahwa keturunan mereka sekarang tidak diketahui dan berserak di antara semua bangsa. - During the Second Punic War (218 - 202 BC), the Greek scientist Archimedes is said to have repelled the attacking Roman ships by setting them on fire with a "burning glass" that may have been an array of mirrors.
Selama Perang Punic Kedua (218–202 SM), ilmuwan Yunani, Archimedes, disebut telah menolak menyerang kapal Romawi dengan meletakkan mereka pada api dengan "kaca pembakaran" yang mungkin berbentuk cermin yang disusun sedemikian rupa. - When the Roman Republic, fearful of Hannibal's growing influence in the Iberian Peninsula, made the city of Saguntum (considerably south of the Ebro) a protectorate of Rome, Hannibal viewed the treaty violation as an aggressive action by Rome and used the event as the catalyst to the Second Punic War.
Saat Romawi menjadikan kota Saguntum di sebelah selatan Ebro sebagai protektorat Romawi karena khawatir akan pengaruh pemimpin Kartago Hannibal yang terus meningkat di Semenanjung Iberia, Hannibal kemudian menganggap tindakan ini sebagai tindakan agresif, dan merupakan pemicu terjadinya Perang Punic Kedua.